ah saban hari juga kita makan kambing, makan ayam, makan sapi, sampai bosan. dan setelah bosan kita carilah menu-menu makan yang agak berbeda. kadang menyesuaikan trend, dan biar dibilang anti global warming kita siapkan di meja makan itu menu vegetarian, berbagai macam rupa dari sayur buncis hingga sop wortel dicampur kentang. dari satu sayur, ke sayur lainnya, yang semuanya kita pastikan yang terbaik, impor punya karena yang tak impor kita nilai tak terbaik. begitulah kita, lama-lama kita bosan juga dengan sayur dan sayur lagi, hingga mau muntah dan neg mencium aromanya. Continue reading ‘untukmu si miskin, selamat berlebaran, selamat berhari kurban’
Filed under: Editorial | Leave a Comment
Sumber Gambar: kab-lampungselatan.bpn.go.id
sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya. kata-kata ini cukup baik teringat dalam benakku. sebab itulah aku kemudian punya keinginan berpetualang yang tinggi. dengan itu ada harapan nanti suatu saat bisa kembali ke kampung halaman untuk melakukan sesuatu bagi orang-orang yang hampir ku kenal satu per satu itu di sana. kampungku bukan kampung yang tak ada detak kehidupan, tetapi memang detaknya masih kurang untuk membuat satu kemajuan yang berarti di sana. masyarakat petani, dengan sawah tadah hujan dan ladang yang tak begitu subur untuk ditanami palawija, tapi cukup baik untuk tanaman-tanaman keras seperti buah jambu monyet, kelapa, dan mangga. mereka yang dikatakan terdidik biasanya para lulusan pesantren, sekolah umum paling tinggi lulus sd (sekolah dasar) atau dulu yang beruntung pada zamannya bisa sekolah di sr (sekolah rakyat). dengan bekal sebegitu, tidak hendak meremehkan, wawasan masyarakat di kampungku tak lebih dari wawasan warisan dari masa lampau, yang berkutat di kampung hidup di kampung. pada umumnya, termasuk ayahku, dan keluargaku lainnya, masyarakat di tempatku adalah petani. Continue reading ‘beri saya harapan untuk hal kecil yang ingin saya lakukan’
Filed under: Editorial | Closed

habis nonton film hacker aku dan temanku ngobrol.
‘mereka yang menghabiskan waktu 24 jamnya di depan komputer, dan mencari-cari sesuatu’ mengutip salah satu kalimat dalam film itu. Continue reading ‘serius, aku bukan hacker, hanya blogger biasa’
Filed under: Sinopsis Film | Leave a Comment
pesan kesederhanaan dari nenek
nenekku mengajarkan kesederhanaan dalam hidup dengan keinginanya naik haji dan menyembelih kambing untuknya dan untuk pamanku yang telah lampau berpulang saat lebaran haji nanti. nenekku tahu keinginan dan kebutuhan dalam hidupnya apa, tak muluk tak terlampau berlebihan bagi orang yang telah sepuh macamnya.
Filed under: Pemikiran | Leave a Comment
kudengar kau memanggilku kembali
sudah begitu lama sepertinya
kudengar kau kembali memanggilku
tlah lama
saat kudengar panggilanmu
ku hanya menoleh
dan aku hanya menoleh saja meski esok saat berulang kau memanggilku untuk datang padamu
aku
kapan aku mengerti?
ada pertanyaan itu berulang kali
aku tahu aku tak menghiraukanmu
aku
terlalu aku, ini aku
mengabaikan kau, aku
lantas?
iya, aku melayang-layang
kau mungkin, ah pasti melihatku ke sana kemari sesukaku
iya, sesukaku bersama angin
tapi jangan salahkan angin, ia hanya kawan pelipur duka laraku
ia teman yang kupaksa menemaniku berhembus bersamanya, kadang bersama awan dan terik matahari
aku kepayahan bila sering bersama matahari
maka aku berkawanlan dengan awan
ia kawan yang baik aku kira
aku senang jika ia mau menumpahkan dingin sejuk airnya
saat itu datang, hah, matahari kubilangi dia agar semakin menerikkan sinarnya
dan aku semakin senang saat awan bilang matahari, “terikkmu tak cukup melemparkanku dari pipimu. cobalah minta bantuan angin biar aku dihempaskannya menjauh darimu.!”
aku dan angin terpingkal, kemudian berlalu sesaat meninggalkan mereka di senja tiba
kembali kudengar kau memanggilmu
aku pura tak tau, tak mendengarmu, kubiarkan suaramu menggema diantara bulan sabit dan bintang kejora di timur cakrawala
aku kembali bersama angin, ia kawan karibku
menjadi kawan baikku, seperti kumengenali diriku ada pada dirinya
akulah angin, dan dialah angin aku
angin
aku dan dia adalah kebebasan
keinginan yang terbang bebas dari penjuru langit manapun kami ingin berada
tapi sekali lagi jangan salahkan angin
ia hanya teman karib yang menemani perjalanan panjangku
akulah
aku yang memang tak mau mendengarmu
dan hari ini biarlah aku menangis
kembali mendengarmu
kembali kepadamu
dan kutinggalkan angin sendiri
atau bolehkah aku mengajaknya menemuimu saat kau memanggilku
4 rajab 1432 h
Filed under: Sajak | Leave a Comment
Tag:Aku, angin, dia, memanggilku, tuhan
Munajat
pada alam, allah, tuhan, ya rabb, tuhan sekalin jagad nata, tuhan dari segala tuhan yang dikenal manusia, tuhan dari segala sesuatu bergantung dan berserah diri. bimbinglah kami dengan pesan-pesanmu, dari kitabmu, dari segala sesuatu yang tak dapat tidak untuk mengenalimu. tunjukkanlah caramu, sebagaimana kau tunjukkan cara yang pernah dikenalkan nabi kami, utusanmu, nabi teragung muhammad saw. berikanlah kebaikan sebagaimana kebaikan yang pernah Kau rahmatkan pada orang-orang beriman sebelum kami.
pada waktu, allah, tuhan, ya rabb, tuhan sekalian jagad nata, tuhan dari segala tuhan yang dikenal manusia, tuhan dari segala sesuatu bergantung dan berserah diri. engkau dan hanya enggkaulah yang menguasai waktu.dengan kasihmu jadikanlah mata sang hari itu bersahabat dengan kami. jadikanlah kami menjalani hidup ini, dalam detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun-tahun dengan waktu dari rahmatmu, menjadi manusia yang memanusiakan dirinya, menjadi hamba yang menghambakan hidupnya hanya untukmu setiap waktu.
pada segala sesuatu, engkaulah penguasa dari segala penguasa yang pernah menguasai sesuatu, tenangkan dan luruskan hati kami dalam menjalani semua. []
tengah malam 22 mei 2011
aku sadari aku tak pernah sendiri
ada kami di sini bersamaku
ssssttt, ada aku
Filed under: Puisi | Leave a Comment
Akal kita memang terbatas. Apa yang disampaikannya masih memiliki konsekuensi salah apabila tidak melalui alur metode pemerolehan pengetahuan secara benar. Itu pun dengan catatan bahwa metode (karena akal bermain pada tataran konsep, pada umumnya kita merujuk logika) disepakati benar. Apa yang disampaikan akal salah apabila antara yang dikonsepkan dan objek matter tidak koresponden. Dan dapat dikatakan benar apabila keduanya mengalami korespondensi.
Prof. Mulyadi Kertanegara, pada salah sesi kuliah “Philoshopy of Science” di ICAS, mencontohkan hal ini dengan konsep hasil penjumlahan seratus sapi dengan seratus sapi adalah duaratus sapi. Dan tentu ini benar adanya karena dalam realitas, jika kita mengumpulkan seratus sapi kemudian menambahkan seratus sapi lagi maka jumlah sapi yang ada adalah dua ratus sapi. Dan hal itulah yang dinamakan terjadi korespondensi antara konsep dan yang dikonsepkan. Continue reading ‘Pengenalan Dan Pengetahuan Metafisis Kita Sekedar Konsep; Catatan untuk Prof. Dr. Mulyadi Kertanegara’
Filed under: Pemikiran | 2 Komentar
Pada Perjamuan Terakhir Ini
pada perjamuan sederhana ini, saat musim semi belum juga menampakkan diri
biarlah cawan-cawan ini melupakan sejenak aliran anggur yang menghangatkan itu
biarkanlah pula cawan-cawan itu merasakan sesuatu yang lain yang sama menghangatinya dalam bentuk yang lain.
pahit yang tak sepahit anggur, getirnya yang tak segetir anggur
tak pula memabukkan
pernah kudengar ia sumber dari segala kehidupan
ribuan tahun lampau dari tanah para pahlawan dan dewa-dewi bersemayam cerita itu kudengar
Biarlah minuman ini menyegarkan tubuh yang meminumnya, meski tak jua sekaligus menghilangkan haus pabila si peminum dahaga
tak seperti dalam cerita-cerita fiksi atau dongeng-dongeng yang pernah aku dengar tentang cawan-cawan itu
aku tak ingin mabuk karena tetes-tetes anggur yang memanaskan tenggorokanku itu
pada perjamuan terakhir ini
[setelahjum’atagung]
Filed under: Puisi | Leave a Comment



