Pukul Sebelas siang tepat, aku telah tiba di Jalan raya Kalibata. Naik Angkot no. 16 jurusan Pasar Minggu turun di depan Plaza Kalibata, menuju Stasiun untuk naik kereta arah Kota. Seribu rupiah aku keluarkan dari saku, kutukar dengan karcis kereta yang sebentar kemudian akan membawaku menelusuri pemandangan dalam kota seribu bangunan, Jakarta. Cukup dengan seribu, yah…seribu rupiah aku dapat menikmati perjalanan yang nampak akan terasa cukup lama aku lalui. Harga sebuah perjalanan yang sebenarnya agak membuatku heran. Dengan nilai rupiah yang cukup kecil begini, kerap aku mendengar banyak sekali penumpang gelap yang menyelinap menikmati perjalanan yang dipandu PT. KA Indonesia ini. Heran sungguh aku heran dengan perilaku para penikmat gelap perjalanan ini, yang karena mereka beberapa aturan dan sanksi yang terkadang agak aneh harus dikeluarkan PT. KA. Penyemprotan dengan air berwarna pada mereka yang ketahuan ketahuan membeli tiket atau naik ke atap merupakan aturan dan sanksi terakhir kali yang sempat aku dengar melalui berita di TV. Aturan dan sanksi aneh untuk mengendalikan orang-orang yang aneh pula.
Satu hal menarik yang terekam dalam memoriku, Baca selebihnya »