Arsip untuk Juni, 2008

Pelaku Teror 11 September Disidangkan

Posted in Berita on Juni 3, 2008 by bintangtimur
WASHINGTON–MI: Proses hukum terhadap Khalid Sheikh Mohammed dan empat terdakwa lainnya yang terlibat dalam serangan 11 September 2001 di AS akan dimulai Kamis (8/6) waktu setempat (Jumat waktu Indonesia) di Teluk Guantanamo, Kuba.

Mohammed, yang diduga otak dari serangan-serangan itu ditahan di sebuah penjara CIA (Badan Intelijen Pusat) AS setelah ia ditangkap Maret 2003, sebelum ia dipindahkan ke penjara militer Teluk Guantanamo bersama empat tahanan lainnya September 2006. Baca selebihnya »

Kesaksian Atas Peristiwa Monas, 1 Juni 2008

Posted in Berita on Juni 3, 2008 by bintangtimur

Sesuai dengan rencana, hari minggu pukul 13.00, Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) berkumpul di tugu Monumen Nasioonal (Monas), Jakarta Pusat. Tapi memang baru 200-an orang sudah berkumpul. Sebagian besar dari mereka adalah kaum perempuan dan anak-anaknya.

 

Saya, Khamami Zada Serta anaknya, Maman, Abah, dan 28 Lakpesdam Society sudah duduk-duduk mendengarkan orasi-orasi mukaddimah dari Saidiman (aktifis JIL). Saya melihat Imdadun Rahmat (Aktifis NU, ICRP, MARI, dan Redaktur Jurnal Tashwirul Afkar, PP Lakpedam NU) kawan-kawan sedang menyiapkan alat musik di samping mobil pick up yang membawa seperangkap sound system.

 

Lima belas menit setelahnya, saya melihat sekawanan berjumlah 300-an orang, berseragam putih-putih, dan membawa bendera FPI. Mereka berlari-lari serentak dari belakang, berputar dan mengepung kami dengan cepat, sambil mengacung-ngacungkan bambu dan kayu sebesar lengan orang dewasa.

  Baca selebihnya »

Ciptakan Kesederhanaan Bersama Saat Ini

Posted in Editorial on Juni 3, 2008 by bintangtimur

Pagi Minggu kemarin, selepas subuh terdengar sayup-sayup dari speaker masjid suara ustadz yang dengan lantang mengatakan bahwa kita harus bersabar menghadapi kenaikan harga BBM. Kenaikan harga ini adalah ujian dan cobaan yang masih kecil jika dibandingkan dengan susahnya kehidupan di zaman Nabi. Himpitan di sana-sini, apalagi ketika masa-masa awal syiar Islam, adalah hal wajar yang harus dialami Nabi dan para sahabat. Dan mereka tetap sabar menghadapi cobaan yang berat itu. Kemudian ustadz inipun terus mengatakan bahwa kita patut bersukur karena masih dalam kondisi yang lebih baik. “Ketika nabi dulu shalat saja masih di atas pasir, kita kini shalat di atas karpet dan sajadah yang bagus-bagus. Kita harus mensyukuri ini! Dan karena BBM naik kita kan bisa menggunakan sepeda.” Tandasnya. Baca selebihnya »