Empat ratus tahun sebelum masehi, dengan selempang jubah khas Yunani berjalan seorang tua di antara kerumunan orang dan para pemuda di tengah kota. Pada mereka satu persatu, orang ini bertanya tentang apa ini dan itu, tentang semua. Apa itu manusia? Apa itu kebenaran? Apa itu kekuasaan? Apa itu golongan? Apa itu kepentingan? Segala pertanyaan dasar tentang segala sesuatu. Dan coba dikembalikan pada kemendasaran pertanyaan-pertanyaan itu mencari pemahaman yang sebenarnya atas jawaban-jawaban yang terlontar dari mulut orang-orang itu.
Orang tua ini terus bertanya dan terus mengejar jawab dari mereka yang ditanyanya. Apa itu manusia? “Manusia adalah makhluk yang berfikir” Jawab satu di antara mereka.
“Apa makhluk yang berfikir itu?” Tanyanya lagi.
“Makhluk yang menggunakan akalnya dalam menggali keingintahuannya” Baca selebihnya »