Arsip untuk Desember, 2008

Flatliners: Manusia Pusat Segala Putusan

Posted in Sinopsis Film dengan kaitan (tags) , , on Desember 10, 2008 by bintangtimur

flatliners-ld1Flatliners. Mungkin akan sedikit manarik jika mau menghubungkan film ini dengan Dominion: Prequel to Exorcist. Dua film yang mungkin bersebrangan, namun memiliki satu titik temu, ketakutan. Kesimpulan awal dari dua film ini seperti hendak mengatakan bahwa pada dasarnya manusia memang ditakdirkan atau memiliki nasib untuk memiliki satu kondisi di mana ketakutan (fireness) ada bersamanya. Hanya saja, berbicara  tentang dua film ini berarti bicara dua ruang yang berbeda cara pendekatannya. Flatiners bercerita melalui pendekatan psikologi manusia, Dominion: Prequel to Exorcist erat kaitannya dengan teologi Katholik Roma. Mengapa saya katakan dua film ini benar-benar berbeda. Yang satu menekankan aspek kemanusiaan dan coba dikembalikan pada diri manusia itu sendiri, sedangkan satunya lagi, menekankan pada aspek kemanusian dengan mengembalikan segalanya pada Tuhan. Baca selebihnya »

Hari Ini Aku Baik, Besok Pun Aku Demikian

Posted in Editorial on Desember 10, 2008 by bintangtimur

Kisah tentang perintah suci penyembelihan Ismail telah demikian dikenal umat Islam. Beberapa kali Ibrahim bermimpi tentang sebuah upacara pengorbanan. Selalu dikaitkan, bahwa Tuhan hendak menguji keimanan dan keikhlasan putra pembuat berhala ini. Ismail adalah putra terkasihnya, dan Ibrahim harus merelakannya menjadi sesembahan bagi-Nya. Tanda ketaatan pada Tuhannya. Dan ketika hari pengorbanan telah tiba, Ibrahim dan putranya menyusuri padang Arafah. Pada acara pengorbanan, ketika Ibrahim siap menyembelih puternya, Ismail pun digantikan domba. Dalam beberapa lukisan yang menggambarkan kisah ini, malaikat membawa seekor domba untuk menggantikan Ismail sebagai kurban. Ibrahim dan putranya berhasil melalui ujian yang Tuhan embankan.
Dari kisah ini pun sering disebutkan bahwa, ketika Ibrahim mengalami kebimbangan, Ismail dengan tegas siap menjadi kurban. Ini perintah Tuhan! Dengan yakin akhirnya Ibrahim menjalankan kehendak Tuhan ini. Kental sekali dengan kecintaan dan keikhlasan. Baik Ibrahim, maupun Ismail. Keduanya menjadi hamba yang taat dan rela mengorbankan apapun demi Tuhan. Bagi umat Islam, di mana Ismail hendak dikurbankan oleh ayahnya menjadi salah satu hari besar dan suci yang tiap tahun diperingati. Selain juga, menjadi sebuah ritual wajib bagi kaum muslim yang menunaikan rukun Islam kelima, haji. Tiga hari pada awal minggu kedua bulan Dzulhijah ini pun menjadi begitu sakral. Delapan, sembilan, dan sepuluh Dzulhijah, yang dipercaya menjadi hari-hari perintah suci itu datang dan dilaksanakan. Baca selebihnya »