Minggu-minggu ini sunggung sangat menyebalkan.
Menjenuhkan dengan berita yang melulu sama topiknya
Ada pada hampir semua media
Koran, Radio, TV, juga wacana-wacana yang sedang menghangat di Blog-blog lokal maupun luar negeri
Sungguh membosankan
Mencemaskan
Bukan cemas soal serangan Israel yang membabi-buta
Tapi karena kekerasan sudah menjadi biasa
Bahkan telah menjadi tradisi umat manusia
Mungkin manusia memang untuk demikian diciptakan
Karena bagaimanapun Tuhan menganugerahinya, selain “ketenangan” juga ketamakan
Naluri malakutiyah juga hewaniyah..
Begitulah nasib manusia
Sisi hewaniahnya sedang merajalela
Jika aku dapat, akan kupanggil Sigmund Freud dan muridnya, William James utuk mengobati mereka
Jika aku dapat, akan kupanggil Sade untuk mengajari mereka tentang kebenaran
Jika aku dapat, akan kupanggil Tuhan untuk meredam peperangan
Jika aku dapat………………………………………
Agaknya sebuah ironi besar nampak di akhir pekan ini dengan aksi longmarch sekawanan orang-orang dengan atribut partai mengitari mereka. Pembantaian yang menimpa warga Palestina menjadi modal yang berharga untuk menarik simpati masyarakat pada sebuah kelompok atau Parpol. Sejauh ini, sebuah Parpol begitu getol menampakkan diri dengan mengusung penderitaan rakyat Palestina. Melakukan aksi mereka di beberapa ruas jalan raya di negeri ini, sebut saja Thamrin Jakarta dan di Malang Jawa Timur. Momen yang benar-benar tepat, untuk seolah menunjukkan rasa solidaritas atas nama umat Islam dan kemanusiaan. Bukan ingin berburuk sangka, namun apa yang dilakukan oleh Parpol ini sudah kelewatan jika memang benar apa yang dilakukan adalah upaya semakin mengharumkan nama “besar” mereka.