Tahun Baru, Diri Baru, Mungkinkah?

Tahun baru segera datang. Pesta untuk merayakan perpindahan dari tahun 2007 ke 2008  telah disiapkan.  Lihat saja  ke Taman Monas sekarang! Panggung yang lumayan besar telah disiapkan oleh sebuah stasiun TV swasta nasional. Puluhan ribu kembang api pun telah disiapkan, 50.000 buah kira-kira. Taman Monas yang akan dijadikan pusat perayaan pesta pergantian tahun ini tentu akan menjadi begitu ramai. Baru membayangkan saja, nampaknya pesta tahun baru kali ini akan meriah.

Namun, ada beberapa hal yang agaknya harus diperhatikan dan mungkin ini dapat dijadikan sebuah refleksi untuk kita. Di akhir tahun ini, banyak sekali musibah yang datang, lagi-lagi pada negeri tercinta ini, terutama banjir yang melanda kawasan sepanjang aliran Bengawan Solo dan tanah longsor di Karanganyar. Satu keprihatinan seharusnya kita perhatikan, atau bahkan lebih dari satu harusnya. Ketika saudara-saudara kita tertimpa bencana, di sini kita di Ibukota, kita sibuk menyiapkan sebuah pesta. Sebuah perayaan pergantian tahun sah-sah saja dilakukan. Tapi akan lebih baik bila hal itu disertai doa dan harapan semoga bencana ini segera surut dari negeri ini. Dan kalau dimungkinkan juga, sumbangkanlah sedikit harta kita pada saudara-saudara kita itu. Atau kalau tidak tunjukkanlah rasa simpati kita pada mereka dengan tidak melakukan perayaan secara berlebihan. Paling tidak itu sedikit hal yang dapat kita lakukan. Kemudian, ketika penghujung akhir tahun tiba dan awal tahun yang baru datang, semua seperti merasa baru, dan hal itu patut untuk dirayakan. Namun sayangnya, peristiwa yang dijadikan besar ini tidak dibarengi dengan perubahan diri agar lebih baik. Satu tanda bahwa kita memang belum bisa menghargai waktu. Jeda satu tahun saja tidak kita perhatikan prosesnya, apalagi jika jeda satu bulan, satu minggu, satu hari, satu jam, apalagi satu detik. Kita seringkali lebih mengabaikan itu dan disibukkan dengan hal-hal kesenangan duniawi semata. Kondisi umum memperlihatkan itu semua, kita belum berubah…apalagi maju. Mau melangkah saja enggan.

Selamat Tahun Baru. Semoga di Tahun 2008 dapat kita jadikan lebih berarti bagi diri, saudara, dan kita bersama. “SELAMAT DATANG TAHUN HARAPAN.”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s