Calon Ibu Negara Prancis dan Penghuni Elysee

PARIS, SELASA – Carla Bruni namanya. Perempuan cantik, kaya dan terkenal itu segera menjadi ibu negara Prancis. Ia akan menjadi penghuni Istana Kepresidenan Prancis Elysee, mendampingi Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy.

Sarkozy telah mengusyaratkan siap menikahi perempuan Italia berusia 40 tahun itu, yang pernah menjalin hubungan romantis dengan Mick Jagger dan Eric Clapton.

Siapakah sebenarnya Carla Bruni? Bagaimana pandangan hidup dan perjalanannya?

Carla Bruni Tedeschi nama lengkapnya. Ia adalah ahli waris keluarga kaya asal Italia sekaligus mantan supermodel yang pernah menaklukkan para bintang musik rock hingga kalangan intelektual.

Pemilik rambut hitam elegan itu, yang beralih ke dunia musik pop pada 2002 setelah sukses di dunia model, terkesan tak punya keraguan untuk membeberkan hubungan cintanya dan pandangannya mengenai  perkawinan bahkan aliran politiknya yang berlawanan dengan sang calon suami .

Lebih dari itu dia juga menyatakan tidak mempercayai monogami. “Aku seorang penakluk (pria), seekor kucing, juga seorang Italia,” katanya kepada Le Figaro Madame pada Februari 2007.  “Monogami bisa memenjarakanku. Aku jujur … terhadap diriku sendiri,” ujarnya. “Aku penganut perkawinan monogami dari waktu ke waktu tapi aku lebih suka poligami dan poliandri,” tambahnya.

Bruni yang secara terang-terangan menempatkan diri sebagai orang kiri secara politis, membuatnya terkesan tidak serasi dengan Sarkozy, seorang reformis dari sayap kanan. Keduanya  berjumpa pada November tahun lalu dalam sebuah pesta, sebulan sesudah sang presiden mengumumkan perceraiannya dengan Cecilia, istri untuk pernikahan keduanya.

Bahkan tahun lalu kepada koran Inggris dia menyatakan berencana memberikan suaranya kepada rival Sarkozy Segolene Royal pada pemilihan presiden yang akan berlangsung pada Mei mendatang. Dia juga menandatangani petisi untuk menentang sebuah produk hukum kontroversial yang mengatur tes DNA untuk keluarga imigran yang ingin menjadi warga negara Perancis.

Lahir dalam lingkungan keluarga kaya pemilik perusahaan ban di Turino, Italia, Bruni mencoba mengadu peruntungan di dunia model dan musik. Ia merupakan salah satu model dengan bayaran terbaik dalam karir tertingginya di dunia lenggak-lenggok.

Menurut kalangan industri media, pada akhir dasawarsa 1990-an ia  menangguk penghasilan lebih dari 7 juta dolar AS setiap tahunnya, sebagaimana diperoleh dua supermodel Claudia Schiffer dan Naomi Campbell. Para kliennya antara lain rumah mode Dolce & Gabbana.

Carla Bruni memiliki seorang putra berusia enam tahun, hasil perkawinannya dengan pakar filsafat dan penulis Raphael Enthoven. Pekan lalu Enthoven mengancam menggugat media Prancis secara hukum jika mereka memublikasikan foto putranya, yang diambil gambarnya ketika berada di pundak Sarkozy saat mereka berada di Jordan belum lama ini.

Pada 2004 mantan suamninya menerbitkan sebuah novel, dengan tokoh utama yang karakternya didasarkan pada watak Bruni: seorang lelaki kanibal yang digambarkan sebagai “cantik dan bionik, dengan sorot mata pembunuh” dan “sesosok wajah kaku tanpa mimik, seperti patung lilin.” “Saya lebih suka digambarkan sebagai predator daripada tukang tenung,” ujar Bruni berapi-api memberikan tanggapan.

Bruni adalah putri bungsu di antara tiga bersaudara, yang lahir dalam keluarga berkebangsaan Italia yang kental dengan bakat seni sekaligus kaya. Kakak sulungnya, laki-laki, meninggal akibat kanker pada 2006, sementara kakak perempuannya, Valeria Bruni Tedeschi berprofesi sebagai aktris dan sukses.

Ayah Carla, Alberto Bruni Tedeschi adalah seorang komposer klasik, sutradara teater sekaligus pengusaha. Ibunya, Marysa Borini adalah pianis sekaligus aktris. Keluarga ini pindah ke Perancis ketika Carla berusia lima tahun, sebuah periode ketika keluarga kaya Italia menghadapi aksi penculikan yang dilancarkan teroris sayap kiri Italia, Brigade Merah.

Carla muda menyelesaikan sekolahnya di Swiss. Selesai sekoalh di Swiss ia melanjutkan ke sekolah Seni di Paris.

Setelah meniti karir di dunia mode, pada 1999 ia memulai debutnya di dunia musik dengan menyumbangkan lirik dalam album penyanyi pop Prancis Julien Clerc. Album pertamanya sendiri, dirilis pada 2002 di bawah titel Quelqu’un m’a dit (Somebody Told Me), merupakan hit yang membuat kejuatn, karena terjual hingga satu juta kopi. Namun album keduanya No Promises,  yang didasarkan pada sajak-sajak penyair top dunia WB Yeats dan Emily Dickinson, yang dirilis tahun lalu jeblok di pasaran. (AFP/WIP/www.kompas.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s