Aksi Tolak Fatwa MUI

Dengan payung Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), aktivis liberal menggelar aksi menolak fatwa MUI

Sekitar 200 orang dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Senin, (7/1) kemarin menggelar aksi menolak fatwa Mejelis Ulama Indonesia (MUI). Aksi di depan Kejaksaan Agung (Kejagung) Senin (7/1) siang.

AKKBB mendesak Kejagung kembali ke UUD 1945 dan bukan fatwa MUI untuk mengatasi masalah aliran sesat. Ratusan orang itu mengenakan pakaian khas dari berbagai macam agama. Diantara pendemo ada yang mengenakan pakaian Muslim, Kristen, Budha, dan Hindu. Dalam aksi damai ini, massa menilai fatwa yang dikeluarkan MUI itu justru memicu kerusuhan dan kekerasan yang terjadi belakangan ini.

“Fatwa MUI menyesatkan justru memicu terjadinya kekerasan. Kebebasan beragama itu diatur dalam UUD ’45. Kita mendukung Kejagung untuk kembali ke UUD ’45 serta tidak mengkriminalkan, membekukan, dan melarang suatu aliran agama atau kepercayan tertentu berdasarkan fatwa MUI,” tegas Nino Braviano dalam orasinya.

Massa juga membentangkan spanduk yang antara lain bertuliskan, “Indonesia Bhineeka Tunggal Ika. Kita Semua Bersaudara”, “UUD ’45 Sebagai Dasar Hukum Bukan Fatwa MUI”, “Negara Tidak Tunduk Kepada Fatwa. Negara Tunduk Kepada Konstitusi”. Massa juga terlihat membagi-bagikan bunga kepada para pengendara yang lewat. Meski akibat aksi ini, jalur lambat yang menuju Ratu Plaza ditutup karena banyaknya pendemo.

10 perwakilan diterima Kasubdit Hubungan Antar Lembaga (Hubaga) Kejagung Aditya Trisanto dan Immanuel. Selain itu, karena aksi ini berlangsung damai, Polsek Kebayoran Baru hanya mengerahkan 50 personel ke lokasi demo.

Sebagaimana diketahui, beberapa minggu ini kalangan liberal aktiv melakukan penggalangan guna melakukan penolatan Fatwa MUI. Sebelum ini, dalam acara diskusi “Evaluasi toleransi beragama dalam pemerintahan SBY-JK” di Kedai Utan Kayu, yang juga markas Jaringan Islam Liberal (JIL) pengacara senior Adnan Buyung mendesak pembubaran MUI.

“Saya pikir sudah saatnya MUI dibubarkan saja. Ini pendapat saya sebagai pribadi lho,” ujar anggota Wantimpres yang juga pengacara senior ini. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s