Ratusan Bangunan Liar di Stasiun Angke Dibongkar

Ratusan bangunan liar di kawasan Stasiun Angke, Tambora, Jakarta Barat, dibongkar, Kamis (17/1) siang. Puluhan penghuni, terutama para pemilik bangunan liar, melempari batu ratusan petugas yang hendak membongkar hunian mereka.


Seorang anggota Polisi Keamanan Dalam (PKD) PT Kereta Api (KA) terluka. Dalam kasus ini, empat orang diperiksa oleh petugas Kepolisian Sektor Metro Tambora.
PT KA menawarkan kepada mereka yang tergusur dari bangunan liar untuk pulang kampung (mudik) gratis dengan KA dan uang saku Rp 100.000 per orang.
Kepala Bidang Humas PT KA Daerah Operasi I Jabodetabek Akhmad Sujadi menjelaskan, pagi itu dikerahkan 600 anggota. Mereka terdiri dari 200 PKD; 200 karyawan PT KA, antara lain 31 kepala stasiun KA, masinis, dan pengatur jalan; serta 200 anggota Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat.


Begitu melihat ratusan petugas muncul dari Stasiun Angke, puluhan orang di tepian rel KA berkumpul menghadang para petugas. Mereka kemudian melempari petugas dengan batu dan benda keras lainnya. Meski demikian, para petugas terus bergerak maju. Karena jumlah warga lebih sedikit, warga pun akhirnya tak mampu lagi membendung niat para petugas membongkar bangunan.


Kepala Polsek Metro Tambora Komisaris Yakub Dedy Karyawan dan Kepala Unit Reserse Kriminal Inspektur Satu Slamet R mengatakan, polisi mengamankan empat orang. Meski demikian, hanya seorang yang punya cukup bukti dugaan tindak kejahatan. Dia adalah Jaya Muhammad Anwar (23), beralamat di Jalan Stasiun Angke RT 02 RW 04, Kelurahan Jembatan, Kecamatan Tambora. “Dari tangannya kami menyita sebilah samurai bergagang kayu, berikut sarungnya,” ungkap Yakub.

 
Sujadi menambahkan, seorang anggota PKD, Eldo (37), pipi kanannya robek.
“Penggusuran ini sangat mendesak, mengingat Stasiun Angke dijadikan stasiun keberangkatan penumpang pesawat ke Bandara Soekarno-Hatta. Di sini ada orang yang membangun rumah kontrakan sampai 50 kamar. Di sini seluruhnya ada 300 rumah liar yang dibongkar,” kata Sujadi.

 

Mudik Gratis


Menurut Sujadi, PT KA sudah menghubungi para camat dan menyampaikan tawaran PT KA untuk memulangkan para penghuni liar ke kampung masing-masing dengan kereta api secara gratis, ditambah uang saku Rp 100.000 setiap orang.
“Kalau besok atau lusa warga mau mudik, kami sudah siapkan kereta dan uang sakunya. Untuk itu, mereka bisa menghubungi pak camat atau petugas kecamatan masing-masing, ” ungkap Sujadi. Menurut dia, langkah ini dilakukan atas bantuan sebuah perusahaan minuman ringan yang peduli.

 Sujadi mengatakan, pihaknya masih akan melanjutkan penertiban di jalur lingkar kota yang dilintasi KA Listrik Ciliwung Blue Line.

Stasiun yang berada di jalur ini adalah Stasiun Manggarai, Mampang, Sudirman, Karet, Tanah Abang, Duri, Angke, Kampung Bandan, Kemayoran, Rajawali, Senen, Kramat, Pondok Jati, serta Jatinegara. (win/ong)

(sumber: http://www.kompas.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s