Awas Aksi-Aksi Tipuan Politikus

Megawati semakin gencar “menyerang” pemerintah. Di depan pendukungnya di Palembang beberapa waktu lalu, ia kembali mengkritik kebijakan pemerintahan SBY-JK. Dia mengatakan bahwa pemerintah gagal membawa perubahan ka arah yang lebih baik bagi bangsa ini. Pemerintah bahkan berhasil membuat rakyatnya semakin menderita, dengan adanya kenaikan harga hampir di semua bentuk kebutuhan, baik primer maupun sekunder apalagi yang primer, tak tanggung-tanggung naiknya. “Rakyat jelas semakin terjebit” Tegasnya. Dengan kondisi perekonomian yang tidak jelas dapat memberikan mereka pekerjaan, harga-harga kebutuhan pokok semakin merangkak naik, jelas mereka semakin merana. Untuk beli beras saja harus utang sana-sini apalagi beli tahu atau tempe yang kini lebih mahal daripada telur. Lagi-lagi ini kegagalan pemerintah menahan laju kenaikan harga kebutuhan, terutama pangan.

Semakin banyak saja sekarang politikus yang mulai-mulai menghangatkan panggung bursa pemilu 2009. Dan saya melihat Megawati adalah sala satu di antaranya. Dengan kondisi yang serba susah ini, Megawati benar-benar memanfaatkan momen yang pas untuk mencoba meraih simpati. Meskipun tidak menafikan kemungkinan adanya ketulusan dari apa yang disampaikan putri Bung Karno ini. Tentunya dengan melihat kondisi negeri ini dan peran pemerintah seperti ini adanya. Memang ada kekuranag di sana-sini.

Namun, sayangnya suara-suara lantang Megawati baru terdengar akhir-akhir ini, di saat hari mendekati Pemilu dan di masa akhir pemerintahan SBY-JK. Bukankah ini menimbulkan pertanyaan besar di benak kita. Ada apa ini? Apakah Megawati mulai melakukan manuver politiknya? Saya pikir ini jelas. Namanya juga politikus, harus berusaha keras untuk dapat bertahan dan juga memiliki kelihaian dalam membaca situasi, kalau nggak “licik” pasti mudah dikadalin orang. Filosofi itu yang selalu muncul di benak saya ketika mengamati tingkah para politikus. Begitu licin bagai belut. Kata-kata merekapun sulit dipegang, antara apa yang dikatakan dan objek yang dinyatakan mungkin tak selalu sama. “Demikian dunia politik, dunia para binatang, penuh intrik penuh trik dan tipu daya” begitu Bang Iwan Fals mengumandangkan lagunya. Tetapi mungkin saja Megawati merasa jenuh melihat kesengsaraan rakyat yang seperti tidak diperhatikan pemerintahnya. Ia mungkin menunggu dulu waktu yang tepat, melihat seperti apa kerja SBY-JK, baru kemudian bertindak mengkritik mereka. Dengan kritiknya ini, mungkin ia berharap ada perubahan pada kebijakan pemerintah yang dirasanya semakin tidak berpihak pada rakyat kecil. Selain itu dengan menyuarakan ini mungkin ia juga berharap bahwa para politikus lain mau dan bersama-sama memperjuangkan penderitaan rakyat ini.

Namun kemudian semuanya jadi nampak mungkin di arena politik. Mungkin baik mungkin buruk, mungkin ada niat terpuji, mungkin ada niat kurang terpuji di sini. Semoga saja niat baik saja yang menyertai statemen yang diucapkan wanita hebat itu. Semoga. Kita masih dapat berharap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s