Hukum ya Tetap Hukum yang Harus Ditegakkan

Beberapa kalangan menilai, pemberitaan tentang mantan Presiden Soeharto memang terlalu berlebihan. Setiap saat setelah dirawatnya penguasa Orba ini di RSPP, beritanya selalui menghiasi media-media berita negeri ini. Tidak di TV, tidak di radio, tidak di koran, semuanya memuat berita tentang perkembangan kondisi Soeharto. Sampai bosan rasa untuk membacanya.

Setelah kematiannyapun tak henti-hentinnya pemberitaan media hampir selalu mengusung dan banyak di antaranya yang mengangkat nama Soeharto. Orang-orang yang pernah dekat dengannya diwawancarai, ditanya kebaikan beliau, dengan sedikit pengungkapan sisi gelap mantan presiden kedua RI ini, bahkan mungkin tidak sama sekali. Begitulah kebanyakan media di Indonesia bekerja. Memberikan penghormatan bagi orang besar seperti Soeharto. Sejak era Orba ternyat baru kita sadar bahwa kebanyakan media massa di negeri kita tidak banyak berubah. Mereka mengalir masih mengikuti arus yang sekiranya memberi kemudahan. Tak peduli airnya seperti apa, mungkin ini prasangka saya saja, yang lagi-lagi mungkin benar adanya.

Yang cukup melegakan pemberitaan tentang penanganan kasusnyapun kian senter dimunculkan, meski tak seheboh pemberitaan tentang kondisinya dan berita pemakamannya. Berita menarik yang beberapa waktu lalu muncul adalah pernyataan salah satu kuasa hukum Soeharto. Dia bicara etis dan moral dalam penanganan kasus yang dihadapi Soeharto. Aneh memang, hukum kok mengenal etis terhadap orang yang bersalah. Hukum tetaplah hukum yang seharusnya dalam kondisi seperti apapun harus ditegakkan. Masalah etis yang sering diangkat karena kondisi terdakwa yang sakit kerap kali menghambat penegakan hukum di negeri ini. Terutama kasus-kasus yang melibatkan tokoh-tokoh yang pernah berperan dalam roda pemerintahan atau juga para pengusaha superkaya yang ada di tengah-tengah dan menguasai kita.

Supremasi hukum tidak akan pernah jalan bila hukum selalu diperlakukan sama seperti itu. Untuk kasus Soeharto, ada baiknya kasusnya tetap saja dijalankan dan lupakan itu yang namanya etis atau moralitas. Toh moral juga tidak pernah ada dalam diri para penguasa negeri ini. Beberapa orang jadi merasa menjadi pintar, dan terus berucap soal moral ketika suara moral itu dibutuhkan. Bahkan aku pikir mereka tidak mengenal yang namanya moral atau bahkan tidak tahu. Apalagi para ahli hukum yang sok moralis itu. Belajarnya saja soal hukum, mana tahu dia persoalan moral. Tentu mereka menyadari kehidupan sebagai lawyer seperti apa, mereka berpihak pada apa yang mereka bela bukan? Tanpa perlu dijelaskan lebih lanjut, namun lagi-lagi itu sebagian dari mereka, saya tidak mengatakan semua.

Bila aparat hukum dapat menyelesaikan, dari kejaksaan hingga KPK, dan dapat mengusut kasus Orang Besar ini dengan benar. Kebenaran dibuktikan sebagai kebenaran, yag salah dihukum sesuai dengan kesalahannya, maka catatlah itu sebagai hari baru bagi Indonesia. Kalau perlu jadikan tanggal keberhasilan itu sebagai hari libur nasional. Sebagai momentum bagi bangsa ini telah melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Tonggak baru hukum di negeri ini, bagi bangsa ini. Menjadi bangsa yang mengerti hukum, bukan lagi bangsa kadal hukum yang menipu sana-sini atas nama hukum. Itu kalau mereka berhasil! Dan kalau tidak, lupakan yang namanya perubahan. Perubahan yang didengungkan sejak reformasi itu. Lupakan..dan lupakan bahwa kita pernah ada dalam sejarah anak cucu kita yang akan hadir di masa depan.

Wahai aparat hukum yang hendak menghukumi kasus Soeharto di dunia, tegakkanlah hukum yang ada di tanganmu. Hukum yang menjadi tanggung jawabmu dan yang kami titipkan pada kalian itu. Kalo persoalan maaf untuk Pak Harto, itu gampanglah buat kami, anak cucu negeri ini bukan orang-orang dengan tipe pendendam, mereka sangat pemaaf. Jangan kuatir masalah itu. Jangan biarkan persoalan etis tidak etis menguasai kalian. Tegakkan saja satu hukum di negeri ini! Dan kalian akan kami catat ke dalam buku sejarah berharga yang akan dikenang anak cucu kita. Mereka pasti bangga….mengenang kalian nanti. Selamat bekerja!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s