Wijayandaroe

Sayang sungguh sayang orang mati takkan lagi bilang
Hilang sudah hilang semua yang pernah terbilang
Maau-mau tak mau utang
Tapi siapa bilang kita tak berhutang

Hutang janji harus ditepati
Hutang duit harus diberi
Hutang hidup dibayar mati
Sengsara-sengsara sungguh sengsara hutang lagi mati lagi

Kun fayakun maka jadilah
Dan hutangpun semakin tak terbelah
Ma rabbuka ma rabuhum lupalah sudah hilanglah sudah
Kamu-kamu aku-aku, kamu aku akan musnah

Oh yang dilanggar yang dikejar
Dikejar, dikejar, dikejar, semakin liar semakin onar
Sayup, sayup, terdengar sayup mulutmu berkoar
Lihat, lihatlah api besar telah berkobar

Sadar, sadar, sadar mata besarmu telah nanar
Bergelimang pandang bergelimang hingar bingar
Malu harus kamu malu tapi kamu terlalu sabar
Inalilahi, inalilahi wa inilahi rajiun, dengarkan ini……….. semakin terdengar semakin menyebar.

Cililitan, 12 Desember 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s