Kisah Manusia

Aku melihat manusia hidup di padang gersang gerindang kering kerontang

Gubug-gubug indah mereka dirikan pada tanah yang airpun tak mau berkawan…nampak serasa nyaman

Bernyanyi tertawa bersama gadis-gadis kecil mereka…..bermain dengan anjing yang lucu-lucu dengan bulu kaku

Wajah-wajah yang nampak kusam tak terlihat rona kecantikan maupun ketampanan……debu-debu sering menerpa rupanya

Tapi jangan heran…jangan heran

Mereka tak mudah ditahlukkan….mereka selalu menang

Aku ingin seperti mereka

Menghirup udara kebebasan bersama ilalang

Tak mau hilang ditelan zaman…ilalang di tanah bebatuan

 

Aku sering lihat pula manusia menetap di bukit-bukit salju yang membeku

Mereka  di sana…bertahan mengucap janji dengan para burung hantu itu

Berbagai ruang berbagi makan berburu tikus di liang

Mereka selalu bertahan…badai..angin topan kerap mereka hinakan

Terkadang pula nampak mereka ada di sungai-sungai, bening…nampak hening air membeku di permukaan

Berbagi bersama beruang mencari ikan mencari berang-berang

Mereka tetap saja bertahan…angin dingin menusuk tulang menghunus pedang tak mampu mengalahkan

Sesekali menikmati secangkir kopi di musim dingin

Sedikit susu segar dimasukkan, putih gurih, nikmat di lidah

Pahit, gurih, manis bercampur

Menarik hasrat untuk mencicipi

 

Sejenak aku ingat akan Adam Hawa yang gagal hidup abadi di surga karena sebuah rekayasa

Yang dulu secara sembunyi menemuiku di bukit Thursina nyaris tanpa busana

Mereka terdiam dalam hati meratapi dosa pada Tuhannya

Aku tak sempat mengucapkan sepatah dua patah kata…aku tetap terdiam….tak ada kata

Mereka juga mengerti aku tak akan bicara

Sejak itu dua manusia ini aku biarkan dan membiarkanku terus mengawasi

Dan mereka tetap bertahan…terus bertahan, hanya tidak pada godaan yang pernah dilakukan mereka lupakan

 

Mereka bertahan..mereka bertahan

Dari zaman Adam hawa hingga era pembantaian…mereka terus bertahan

Mereka terbiasa tertawa…riuh….mereka bersuara

Sesekali kesedihan juga menghibur tubuh lelah mereka

Bermandi peluh sehabis kerja

Perlu sedikit warna dunia ini kata mereka

Itu semua terasa biasa

Manusia…manusia…luar biasa

Panas terik gurun dan dingin thundra adalah biasa…ya..hanya biasa bagi mereka…

Tak ada yang istimewa menjadi penghuni neraka atau surga

Nampak biasa dan terlihat biasa….

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s