Tentang Il Prince

Niccolo Machiavelli, sang politikus kontroversial. Lahir di kota Firenze, 3 Mei 1469 dalam sebuah keluarga ningrat. Di masa muda, ia bergelut dengan pendidikan khas Italia yang mengembangkan nilai-nilai humanisme. Dan hal itu dikemudian hari sangat berpengaruh terhadap pemikiran-pemikirannya. Kemampuan dan kecakapannya dalam berdiplomasi mejadikannya diangkat sebagai kanselir pemerintahan Firenze pada umur 25 tahun.

Sejarah hidup Machiavelli dapat dikategorisasikan menjadi tiga periode. Pertama (1469-1494), pada masa ini Machiavelli memenuhi kegiatan hidupnya dengan pembelajaran, terutama studi tentang humanisme. Kedua (1494-1512), pada masa ini Machiavelli hidup dalam dunia politik. Oleh Gonfalonier Piero Soderini Machiavelli diangkat menjadi salah satu kanselir Firenze. Di masa inilah bahan-bahan pemikiran dan ide-idenya terkumpul. Ketiga (1512-1527), adalah masa-masa ketika Machiavelli meninggalkan panggung politik. Dalam periode ini karya-karya Machiavelli muncul.

Machiavelli dikenal sebagai pemikir politik yang paling berpengaruh dalam pemikiran politik dunia, pemikirannya dikenang hingga saat ini. Hal ini tak lepas dari dua karya menumentalnya, Il Principe (sang penguasa) dan Discorsi (percakapan). Dua buku yang diselesaikannya dengan jeda waktu lima tahun ini, membawa namanya ke dalam sebuah polemik yang dalam. Selama beberapa abad, kutukan dan makian terhadapnya terus menggema. Baru pada abad ke sembilan belas upaya untuk mengangkat pemikiran dan harapan Machiaveli yang sesungguhnya mulai dilakukan.

Sosok “amoral” politik yang ada dalam il Prince adalah wujud dari kegundahan Machiavelli yang melihat kondisi Itali di zamannya. Italia pada masa itu adalah negara yang terpecah-pecah menjadi beberapa bagaian, termasuk Firenze, tempat lahir politikus ini. Kondisi Italia menjadi sangat labil karena masing-masing negara bagian saling ingin merebut dominasi atas negara bagian yang lainnya. Kondisi ini diperparah lagi dengan adanya campur tangan tangan negara-negara besar di sekitar Italia, seperti Perancis, Jerman, dan Spanyol. Kondisi yang kacau balau ini menggugah Machiavelli sebagai orang yang lahir dan mantan negarawan di Italia menyusun sebuah anjuran cara berpolitik yang ditujukan kepada Medici, sang penguasa Italia. Dari buku Il Prince, Machiavelli menganjurkan agar Medici menjadi seorang pemimpin yang handal dengan perlambang, segarang harimau, secerdik rubah. Pemimpin yang baik harus cerdas dalam segala tindakannya.

Melihat Italia yang terpecah belah, satu keinginan Machiavelli yang ingin disampaikan pada Medici adalah “persatukanlah Italia”. Persatuan dan ketertiban harus didapatkan dan diperjuangkan meskipun dengan menempuh cara apapun, pembantaian sekalipun diperbolehkan dalam koridor ini, namun selebihnya tidak. Jika kondisi tertib dan masyarakat sudah bersatu maka segala kekerasan dan kekejaman adalah hal-hal yang harus dihindari oleh seorang penguasa. Dua kekuatan yang harus diwaspadai oleh seorang penguasa salah satunya adalah rakyat, maka ketika kondisi telah kondusif maka penguasa harus sebisa mungkin menjaga perasaan rakyatnya. Jika tidak mampu, bersiaplah penguasa itu menghadapi rakyatnya sebagai musuh. Kemudian, ancaman kedua adalah serangan dari luar. Untuk mengantisipasi ini, diperlukanlah tentara-tentara yang murni dari negara sendiri. Tentara-tentara bayaran akan cenderung memiliki resiko tinggi bila diandalkan dalam menjaga keamanan. Fungsi tentara ini tak hanya berlaku untuk menangkal serangan dari musuh. Posisi militer dalam satu negara adalah sebagai penjaga keamanan dan ketertiban negara, baik dari dalam maupun luar.

secara garis besar Il Prince mengajarkan bagaimana menjadi seniman politik yang baik dan handal. Untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan diperlukannlah keahlian-keahlian untuk menerapkan strategi yang pas dalam semua tindakan.
Penerapan gagasan dalam Il Prince cocok bila diterapkan dalam sebuah negara yang sedang benar-benar mengalami kekacauan. Kemudian, untuk menangani sebuah negara yang telah damai tentunya seseorang tak harus hanya melihat Il Prince, lihatlah Discorsi. Jika memang anda ingin menjadi seorang Machiavellian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s