Mencari dunia

Dalam wacana agama, ada kecenderungan mencerca segala sesuatu yang disebut “dunia” atau kehidupan duniwai, kehidupan materi. Seolah kedua perkara itu ibarat air dan minyak, tidak pernah bisa menyatu; bahkan ibarat air dan api, tidak mungkin saling mendekati.

Secara harfiyah, dunia dari asal kata danaa, yadnuw, artinya dekat atau rendah. Dekat karena, yang duniawi itu ada disekitar kita. Rendah, karena yang duniawi itu bukanlah sesutau yang melangit dan abstrak, melainkan konkrit, material, dan ada di bumi kita ini. Kehidupan di alam ini, di alam materi ini, disebut kehidupan duniawi karena ia merupakan kehidupan yang dekat, sangat dekat jika dibanding dengan kehidupan lain yang disebut kehidupan ukhrawi di alam nanti, atau kelak.

Urusan dunia adalah apa yang kita bisa sebut urusan teknis. Lawannya adalah urusan prinsip. Kenapa yang teknis disebut urusan dunia, yang berarti “rendah” dan “meterial”? dibanding dengan hal-hal prinsip abstrak melangit, yang teknis lebih praktis dan kongkrit. Dan langkah teknis sekaligus berarti langkah untuk mematrialkan, mewujudkan, mengkonkritkan, yang prinsip tadi. Mislanya., keadilan sebagai prinsip; bagaimana mewujudkan keadilan adalah teknis.

Bayangkan kalau kita hanya berhenti bicara pada level prinsip yang abstrak dan melangit, tanpa pernah beranjak ke tingkatan yang lebih kongkrit, praktis dan teknis. Maka apa jadinya?

Jadinya, kita hanya bicara, dan berkhutbah tentang segala sesuatu yang baik-baik. Tapi hal-hal baik yang kita khutbahkan itu tidak pernah menjadi kenyataan, tidak pernah kita materialkan, tidak pernah kita duniawikan. Saya curiga, jangan-jangan umat Islam selama berabad-abad tetrakhir ini hampir tidak pernah melahirkan sesuatu yang “besar” dalam sejarah keberadaan umat manusia di muka bumi ini sebab musababnya katrena kita menyepelekan apa yang kita sebut “dunia” atau “duniawi”.

Itulah salah kaprah yang harus kita luruskan. Kalau tidak, kalau pandangan yang menyangkal, mencurigai dan membenci segala sesuatu yang berbau duiniawi, terus kita biarkan maka ujung-ujungnya kita umat Islam justru akan mengingkari kodratanya sendiri sebagai umat manusia. Pada saat yang sama mengingkari amanat Allah kepada diri kita selaku khalifat-Nya di alam dunia ini, di jagat raya bumi Tuhan ini.

Manusia adalah manusia, bukan malaikat. Sebagai manusia kita tercipta secara ruhani-jasmani, spiritual dan material. Tidak seperti malikat yang hanya ruhani saja. Maka mengandaikan manusia bergumul hanya secara ruhani dan dengan hal-hal yang bersifat ruhani, tidaklah mungkin. Tanpa unsur kejasmanian, atau kematerian, kita tidak mungkin hadir di dunia ini sebagai manusia. Maka manusia yang menyangkal total segala sesuatu yang bersifat materi, sama saja dengan menyangkal kodratnya sendiri. Memang materi bukan segalanya; materi bukan tujuan. Tujuan hidup manusia adalah sesuatu yang immateri, yang ruhani. Akan tetapi materi sangatlah vital untuk mencapai tujuan yang immateri atau ruhani itu.

Untuk mendapatkan tujuan ruhani tertinggi, yakni ridla Allah, anda harus berbuat baik untuk sesama. Sebutlah mulai dari senyum, menyapa, mengulurkan tangan untuk yang memerlukan, sampai dengan membangun karya-karya besar untuk kemanusiaan.

Mungkinkan anda melakukan semuanya itu tanpa melibatkan unsur jasmani atau materi. Senyum dengan bibir; menyapa dengan mulut; menolong dan berbuat kemashlahatan dengan otak, tenaga, kekuasaan, dan benda-benda. Semua instrumen kebaikan tadi adalah material duniawi. Itulah sebabnya, Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan bumi yang material ini, berikut segala isinya, untuk manusia. Jika yang duniawi dan material ini haram buat manusia, mengapa Allah menciptakan-Nya untuk mereka. “Huwalladziy khalaqa lakum maa fil ardli jami’a/ Dialah yang menciptakan bumi dan segala yang ada di dalamnya untuk kalian manusia semua”

(Masdar F. Mas’udi)

One thought on “Mencari dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s