Nurdin Khalid, PSSI, dan Berbagai Kemungkinan

Sekilas membaca, menonton, dan mendengar kisah klasik perjalanan ketua umum PSSI, Nurdin Halid,  paska terbuktinya tokoh satu ini dalam skandal korupsi yang dilakukannya saya jadi ingin tertawa sekaligus menangis, terenyuh dan prihatin melihatnya. Masih sempat kaget, saya yang sebelumnya mengira bahwa kasus Nurdin sudah selesai setelah berita dari beberapa media menyebutkan bahwa FIFA memberi peringatan pada PSSI terkait dengan hal ini, ketika membaca kembali berita terkait hal ini muncul lagi dengan masalah yang semakin ruwet, semakin prihatin rasanya. Bahkan saya sempat berfikir, ada apa ini semua? Apa susahnya menggantikan seorang Nurdin Halid yang kini masih saja di penjara, karena skandal yang dilakukannya. Namun, kemudian terbesit pula satu bayangan saat salah satu kawan mengatakan tabiat para pejabat saat dalam masa tahanan, mungkin saja Nurdin Halid tidak sedang di penjara seperti berita yang kini tersiar. Ia ada di satu tempat aman di luar penjara dan sedang mengontrol kinerja anak buahnya di Senayan. Selain itu sempat pula terbayangkan bahwa mungkin saja ada sesuatu di balik kasus korupsi yang menimpa Nurdin, Nurdin Halid di benak para anak buah dan staf PSSI mungkin tetap layak menjadi ketua umum mereka dengan dasar Nurdin tidak salah menurut anggapan mereka misalnya. Begitu banyak kemungkinan ada pada kasus tetap dikukuhkannya Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI. Kasus yang kini cukup menyita perhatian, Menegpora Adyaksa Dault bahkan urun suara dengan mengatakan bahwa tindak lanjut masalah dalam tubuh PSSI ini menunggu keputusan FIFA sebagai badan tertinggi sepakbola dunia. Sayangnya pemerintah tak dapat ikut campur dalam masalah internal PSSI ini.Di antara kemungkinan-kemungkinan yang ada sampailah saya pada satu kemungkinan yang nampak relevan untuk saya menjawab apa kiranya yang terjadi dalam masalah di tubuh PSSI. Masalah klasik yang sampai saat ini terus saja menjadi bagian keseharian kehidupan orang-orang di Indonesia, bahkan dunia. Masalah mendasar tentang sistem pertahanan kepentingan pribadi untuk tetap eksis dan kenyamanan dalam sebuah struktur organisasi berkenaan dengan loyatitas pemimpin. Masalah yang sedang dijalani PSSI menurut saya adalah latarbelakang yang membuat sebagian besar para pengurus mempertahankan kepemimpinan Nurdin Khalid, sebuah persoalan struktural di mana mempertahankan Nurdin Khalid adalah bagian dari keeksisan dan kenyamanan bekerja dalam pekerjaan yang mereka jalani. Saya melihat bahwa perubahan dalam struktur ketika Nurdin lengser misalnya akan membawa dampak kurang menguntungkan bagi para pendukung Nurdin. Bahwa akan ada keeksisan yang akan terancam jika Nurdin lengser dari jabatannya. Itu kemungkinan yang menurut saya masih dapat ditolerir ketika melihat persoalan struktural yang ada dalam tubuh PSSI. Kemungkinan terburuk yang dapat saya lihat dari masalah ini adalah adanya satu hal yang harus ditutupi dengan upaya tetap mempertahankan Nurdin Khalid di kursi panas yang sekarang masih saja menjadi polemik itu. Khalid dan orang-orang yang mendukungnya ada dalam satu jaringan kegiatan tertentu di mana hanya Khalid dan orang dekatnya di Senayan yang tahu. Satu kegiatan rahasia, yang bila Khalid turun dari jabatan, kemungkinan besar akan kacau balaulah formasi tim yang telah mereka bentuk. Tim tak akan lagi padu, tim akan segera luruh dan runtuh jika Nurdin benar-benar didepak dari kursi kepemimpinannya. Terkait dengan segala kemungkinan di atas, kemungkinan bahwa PSSI memiliki pertimbangan sendiri pada kepemimpinan Khalid tetaplah terbuka lebar. PSSI bisa saja menunggu perkembangan yang ada, memproses masalah dengan hati-hati, melihat betul apa yang terjadi. Dan mungkin pula Khalid adalah sosok di dalam badan itu yang tetap harus dihormati, yang lagi-lagi mungkin karena kredibilitasnya, kemampuannya, dan kewibawaanya. Semua kemungkinan memiliki peluang untuk hadir. Kemungkinan-kemungkan yang sebenarnya hanya benar satu di antaranya.     

One thought on “Nurdin Khalid, PSSI, dan Berbagai Kemungkinan

  1. Saya sendiri juga heran ada apa sich di tubuh PSSI seorang seperti harus dipertahankan. Saat ini makin sulit menggeser Khalid karena Menterinya juga sekampung dengan Nurdin. Sehingga makin kokoh Nurdin Khalid, dan makin terpuruk lah PSSI ku……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s