Jangan Kau Risau Melihatku

Jangan kembali kau risau kala melihatku

Menatapku tajam …menjamahku dengan berjuta kekhawatiran

Aku bukanlah aku yang selalu tetap dengan diriku

Tanyalah pada waktu tentang aku sayang

Ribuan perbedaan telah aku ciptakan

Jangan teteskan airmata pula untukku

Sedikit menebar aroma kepedihan coba kau tunjukkan padaku

Sunyi dan gelap….terasa ruang batinmu

Merisaukan…benar merisaukan aku

Tenangkan jiwamu cinta

Teduhkan…….

Biarlah awan putih di langit meneduhkan

Teteskan air suci kehidupan

Menyemai benih-benih keindahan, tumbuh bersama akar-akar rumput yang sempat layu

Tumbuhkan kesejukan yang terkoyak musim lalu

Aku tetap di sini

Aku belum jua akan pergi

Bernyanyilah tentang nyanyian-nyanyian itu

Bukakankah kau telah tahu lagu-lagu bidadari Arwen yang aku kenalkan padamu

Bernyanyilah tentang keindahan bersamaku senja ini

Pagi yang kita lalui….menebar aroma surgawi dipenuhi bidadari penebar wewangi

Waktu aku dan kamu menunggu tanpa kita sadar kita telah lalui itu

Kau masih pula menangis melihatku…

Bahagialah cinta….bahagialah….

Jangan kau tenggelamkan wajah ayumu dalam lumpur kepedihan itu

Ijinkanlah dirimu menari bahagia bersamaku…

Menarilah bahagia….menarilah bahagia…

Aku ada selalu untukmu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s