Mohon Maaf Ahmadiyah

Mohon maaf Ahmadiyah. Kami memasukkan keyakinan dan keberadaan anda sebagai persoalan besar yang mengancam negeri ini. Daripada kemiskinan, kelaparan, kenaikan harga bahan pokok serta biaya pendidikan yang makin mahal, kami lebih memilih anda sebagai sasaran pekerjaan. Keseriusan kami semata-mata karena ini menyangkut keyakinan, sesuatu yang sangat prinsipil bagi setiap umat manusia.

Bertahun-tahun kami dikondisikan untuk selalu curiga terhadap lain keyakinan. Ibarat musuh dalam selimut, ia lebih berbahaya karena bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Kami tidak terbiasa untuk terbuka dan mempelajari dengan serius sistem keyakinan lain tanpa harus takut terpengaruh karenanya. Sebagai mayoritas, justru yang kami lakukan adalah membuat anda merasa tidak aman, nyaman dan bebas menjalankan kegiatan sehari-hari.

Entah kenapa, kebebasan anda untuk beribadah kami ambil alih. Kami ini sangat sensitif terhadap agama diluar agama resmi sehingga selalu berusaha untuk melarang dan menutup tempat ibadah anda. Kami merasa berhak untuk menentukan status keyakinan anda. Apa yang kami hakimi sebagai sesat, itu berarti kami boleh menghilangkan hak sebagai warga dalam mendapatkan perlindungan di negeri ini.

Tiba-tiba kami menutup mata terhadap sumbangan anda kepada kemanusiaan (humanity first). Jaringan yang sangat luas tersebar di belahan bumi membuat anda mampu menyalurkan bantuan terhadap kemiskinan, pendidikan dan korban bencana. Di Indonesia, jumlah anggota organisasi anda yang hanya lima ratus ribu sanggup mengumpulkan puluhan milyar setiap tahunnya. Anda juga punya televisi sehingga dunia dapat melihat bahwa Indonesia adalah negeri yang damai, terbuka dan kondusif untuk investasi.

Tetapi inilah kami. Kesepakatan kita bahwa di negara ini tidak ada yang boleh didiskrimanasi tiba-tiba kami ingkari. Pancasila dan UUD 1945 yang menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan tidak lagi kami jadikan sabuk pengaman bagi integrasi bangsa. Negara sebagai penjamin atas hak-hak bagi setiap warga, termasuk anda, lalai dan sengaja membiarkan saat anda menjadi sasaran kesewenang-wenangan.

Mohon Maaf Ahmadiyah. Kami tidak bisa menerima perbedaan. Kami tidak menganut pluralisme karena paham itu datang dari luar. Kami punya keyakinan sendiri yang sesuai dengan ajaran kami. Kami bisa melakukan larangan dan melakukan tindakan kekerasan jika tidak sesuai dengan keyakinan kami. Tuhan pasti berada dipihak kami karena kami yang paling benar. Kami adalah khalifah Tuhan yang diperintah untuk meluruskan keyakinan anda.

Tidak bisa kami menghentikan perhatian terhadap masalah perbedaan keyakinan karena hal itu menjadi faktor yang membuat bangsa ini dalam bahaya. Kami lupa bahwa negeri ini adalah salah satu negeri paling plural di dunia sehingga kesatuan akan tumbuh jika masing-masing keyakinan dihormati. Persatuan Indonesia yang menuntut bahwa setiap orang berhak beragama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya, entah itu sesuai atau tidak dengan keyakinan yang lain, tiba-tiba kami singkirkan.

Padahal ajaran kami mengatakan, kami tidak boleh menyakiti orang lain tanpa alasan apapun. Tidak boleh menyerang orang lain kecuali sekedar mempertahankan diri. Bahkan ketika orang lain menyerang kami tiba-tiba meminta perlindungan, wajib hukumnya bagi kami untuk melindunginya.

Sepertinya ada yang salah saat tindakan kami sesuaikan dengan ajaran.

(Sumber: Tempo)

By Maskurudin Hafidz

One thought on “Mohon Maaf Ahmadiyah

  1. Allah yg Maha benar, tidak satupun berhak mengadili keyakinan mahluk selain Allah sendiri. Kebenaran Allah hanya dapat di lihat dan dirasakan dengan mata keimanan dan hati penuh kecintaan kepada Nya, bukan dengan niat lain. Mahluk yang bisa melihat dan merasakan kebenaran Allah hanya mahluk yg mendapat karunia dari Allah sendiri.
    Islam melarang umatnya berbuat keonaran dan kerusakan dimuka bumi dan wajib patuh pd pemerintah yg sah, kecuali pemerintah itu melarangnya beribadah !!!
    Buat anda Warga Ahmadiyah yg sedang didzolimi; pilihannya hanya dua : melawan dengan perang sjahid (misalnya : perang Badar) atau hijrah untuk mencari keridhoan Allah yg diyakininya (seperti hijrahnya Rasulullah ke Madinah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s