Mungkin Kita Salah Menafsirkan

Mungkin kita, umat Islam, salah melakukan penafsiran pada firman-firman Tuhan dalam al-Qur’an, sehingga salah memahami petunjuk yang diajarkan Islam. Tidak benar bahwa Islam yang kita pahami dan kita ikuti mengajarkan berbagai paham tentang perbedaan, multikulturalisme, pluralisme, inklusivisme, atau tentang pengakuan adanya kemutlakan kebenaran lain di luar ajaran Islam. Semua itu hanyalah bid’ah-bid’ah yang tak diperlukan Islam dan manusia dalam membangun kehidupan. Atau kalau perlu kita dapat menyebut ajaran-ajaran itu sebagai ajaran setan yang disuarakan melalui mulut-mulut orang kafir dan orang-orang yang telah dibeli oleh jutaan dolar Amerika oleh Barat. Sebuah kekeliruan besar, seperti yang telah dilakukan orang-orang di antara umat Islam sendiri, ketika menggunakan beberapa ayat Surat al-Kafirun misal, untuk menyatakan bahwa kita harus mengakui ada kebenaran di agama lain. Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku tidaklah tepat ditafsirkan demikian.

Kebenaran harus dibuka, selain juga pada mata umat Islam kebanyakan yang telah membelokkan kebenaran, kita semestinya tahu bahwa Islam hanya mengakui kemutlakan kebenaran yang ada pada ajarannya sendiri. Islam yang rahmatan lil alamin. Islam yang memberi jalan bagi seluruh umat manusia untuk menemukan kebahagiaan. Demikianlah kita harus memahami Islam melalui firman-firman-Nya. Islam adalah agama penyempurna dari segala agama yang telah ada. Bukankah Muhammad SAW telah menandai itu dengan menjadi Nabi penutup dari segala nabi di dunia. Agama yang ada terlebih dahulu dibanding Islam, telah di-nasakh dengan kemunculan Islam bagi umat manusia. Islamlah satu-satunmya petunjuk menuju keabadian dan kenikmatan yang dijanjikan Allah SWT. Hanya Islam. Sedangkan yang lain hanyalah agama-agama yang dilencengkan dari jalurnya oleh pengikutnya, jadi tak perlu kita mengakui kebenaran ajaran mereka. Jika ingin selamat sebagai umat manusia, seru dan tundukkanlah dirimu pada Islam! Tidak dapat tidak! Hukum Allah yang termaktub dalam ajaran Islam, bukan hukum yang bisa dibuat main-main, pula berlaku universal. Ketika Allah menyatakan tentang kesempurnaan Islam dalam surat al-Maidah dalam ayat 3.

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agama-mu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa’idah: 3]

Allahlah cahaya dari segala cahaya yang menerangi segalanya, termasuk langit dan bumi. Dalam setiap firmannya terpantul cahaya terang yang sebenarnya mudah sekali ditangkap dan dipahami. Hanya saja manusia kerapkali tidak mengindahkannya, manusia cenderung lalai dalam melihat kebenaran ini. Manusia lebih memilih untuk meninggalkan ajaran-ajaran suci Islam yang menekankan adanya satu kebenaran bagi seluruh umat manusia, dan Islam sendirilah yang benar. Tak ada yang namanya toleransi, multikultural, atau pluralitas. Islam muncul untuk membebaskan umat manusia dari kebodohan dan penerimaan ajaran semu yang sering didengungkan orang-orang tak bertanggung jawab yang ingin melencengkan ajaran Islam. Semoga Allah mengampuni mereka, dan memberi cahaya pada hati mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s