Menjadi Penipu Yuk!!

Menjadi cerita sejarah mungkin jika ada orang Indonesia yang menjadikan diri mereka baik. Trendnya bukan demikian. Indonesia penuh dengan orang jahat dengan kecenderungan semakin jahat. Kalaupun ada orang baik, baik dalam artian sebenarnya bukan sekedar pengakuan, mungkin hanya tinggal dua tipe saja. Pertama, mereka yang mengasingkan diri, menjauh dari hiruk pikuk kegelapan Indonesaia. Kedua, mereka orang baik yang selalu jadi sasaran kejahatan orang-orang kelam Indonesia.

Kecenderungan bangsa ini memang tidaklah mau menjadi bangsa yang baik. Melanggar aturan, memainkan hukum, menipu orang, dan yang terparah beretorika di sana-sini untuk menyelamatkan diri dari aib yang disimpannya karena telah mencurangi negara misal, atau juga untuk membohongi orang-orang baik itu. Begitulah alam sosial Indonesia. Menjadi hutan belantara dengan hukum rimba yang menghalalkan segala cara demi sebuah cita dan keinginan yang hendak dicipta.

Makanya jangan kaget misalnya dalam setiap acara pemberitaan dan investigasi yang disiarkan televesi selalu saja kecurangan dan tindak penipuan yang menjadi berita utamanya, kalau tidak gosip tentunya.

Di level bawah hampir semuanya melakukan aksi dengan pola yang sama. Kalau tidak membajak barang pasti memalsunya. Di satu sisi dapat dilihat sebagai kekreatifan yang tidak tersalurkan tentunya. Melanggar aturan bukan soal. Apalagi hokum Indonesia juga tidak berjalan dengan semestinya. Bahkan terkesan kedodoran di sana-sini.

Ada sopir angkot 640 jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang yang ngebut-ngebutan. Lampu merahpun hampir diserobotnya. Rem mendadak menjadi langkah andalah yang entah sampai kapan dapat membantu memperpanjang peluang hidupnya untuk terus ngebut dan ngebut lagi mengejar setoran. Seorang ibu yang duduk di bangku paling belakang, sedang asik menelpon sepertinya, terjerebab jatuh dibuatnya. Abang supirpun hanya diam dimarahi penumpang lain yang di antaranya langsung membangunkan ibu yang jatuh tadi.

Ada pula peramu dan pembuat alat-alat kosmetik dan perawatan tubuh. Sayangnya, barang yang dibuatnyapun Aspal, kemasan asli isinya palsu, mungkin tepung terigu isinya jika yang dibeli adalah jenis-jenis bedak, baik bedak bayi maupun untuk dewasa. Juga pula, karena kreatifnya tidak lupa untuk menambah penghasilan sabun cuci dan shampo dibuatnya. Lagi-lagi barang Aspal yang dibuatnya, dimasukkanlah cairan hitam mirip shampo pada umumnya yang tentu dari bahan-bahan yang jauh dari standar mutu dan uji, pada wadah shampo merk terkenal. Dengan bantuan teko uap dirapikannya shampo botol Aspal tadi dengan plastik pembungkus. Mirip aslinya.

Di level atas. Tipu-menipu bukan lagi tabu, bahkan menjadi cara hidup mempertahankan diri dan kepentingan. Bermacam cara dilakukan, baik dengan cara legal, sesuai hukum katanya meski hukumnya dimainkan, maupun dengan cara-cara kotor ala penjahat Indonesia. Ada orang yang ingin lolos jerat hukum, untuk dapat melakukan itu dia membeli jaksa dengan harga murahan. Beberapa anggota DPR kena kasus ini juga, menyuap pejabat hukum agar lepas dari jerat hukum. Yang menarik adalah upaya dari KPK, meski apa yang mereka lakukan sudah baik, dalam artian ada upaya untuk menggerakkan diri. Tapi saya sedikit curiga atas upaya mereka, seperti halnya kata salah seorang aktivis dengan mengatakan bahwa; “Indonesia ini hutan koruptor, namuan alat untuk memotongnya adalah silet. Yang di dapat jelas rumput yang tidak jelas salah benarnya”. Terkesan ngawur dan lebih mementingkan sisi publisitas, macam entertain sekarang, lupa isi. Dan yang saya dengar proses pencintraan KPK yang baik ini terkait dengan ketuanya untuk mencalonkan diri sebagai kandidat di Pemilu 2009. Memang sejak pertama kali diangkat sebagai ketua KPK, Anthasari diragukan baik kemampuan maupun niat baiknya dalam merubah bangsa ini melalui instansinya. Kalau ini benar adanya, maka betapa bejat anak-anak bangsa ini. Memanfaatkan apa yang seharusnya untuk rakyat, untuk dirinya sendiri. Dan mungkin ini terjadi di seluruh lembaga negara ini. Tapi semoga tidak.

Yah begitulah cerita sebuah bangsa yang bernama Indonesia. Dengan slogan khasnya, “Menipu Yuk..!”

One thought on “Menjadi Penipu Yuk!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s