Selamat Datang Pada Mimpi dan Puncak Kegilaan

Apa hal menarik yang dapat dilakukan di dalam sebuah kelas yang membosankan dengan dosen yang kerap begitu menyebalkan?
Membaca mungkin. Menambah wawasan akan hal-hal yang mungkin juga baru pada diri, kalau beruntung mendapatkan buku yang tidak sama membosankan dan menyebalkan dengan suasana kelas dan dosen-dosen otoriter plus keras kepala. Kerapkali aku dapatkan buku-buku dengan tema dan isi murahan, mungkin saja ada manfaatnya tapi terkadang lebih sering nampak tidak begitu penting. Termasuk beberapa novel yang sedang digandrungi teman-temanku. Novel-novel naïf yang isinya tak lebih dari roman-roman picisan murahan. minim nilai-nilai sastra, lebih sarat berisi hal yang  diorientasikan pada selera pasar. Lebih-lebih lagi pada novel-novel yang mengekor, terlihat kurangnya daya kreatifitas. Ketika ada seorang penulis menulis ini, yang lainpun ikut begini. Namanya penulispun kadang disama-samakan. Meskipun demikian aku masih bersukur, sebagai seorang penikmat sastra dapat juga sebagian novel-novel bagus penggugah muncul menggugah semangat dan memunculkan secercah keindahan pada diri. Dan seperti kata seorang dosenku, yang satu ini cukup qualified, hanya segelintir penulis yang mau menciptakan sebuah karya sastra yang serius.
Dan ketika membaca tidak lagi mampu menahan rasa bosan dan jenuh pada sebuah kelas yang disebutkan di atas, ber-SMS-an ria mungkin menjadi ajang yang cukup menyenangkan. Sekedar say hello pada temen lain yang juga nampak dirundung kebosanan yang sama. Dengan semakin ketatnya persaingan antara operator yang satu dengan yang lain, promo-promo menguntungkanpun harus dijadikan pilihan. Apalagi yang gratis-gratis tanpa syarat! Harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Meski terkadang menimbulkan ekses negative pada diri, boros tanpa sadar, sampai pada acara berkirim pesan yang tidak penting, sebuah tanda bahwa kita tak lagi peka pada sesuatu yang benar-benar penting dan bermanfaat.
Dan terakhir, adalah puncak dari segala hal yang menyenangkan di kala suasana kelas seperti yang disebutkan. Sebuah hal yang membawa pada puncak kegilaan seseorang. Tidur. Mungkin ada benarnya juga bahwa ketika tidur dan bermimpi seseorang akan mencapai puncak kegilaannya, di mana dia tak sadar akan dirinya dan sekitarnya. Dan masuk pada sebuah dunia lain yang mungkin saja sebuah memori yang tersimpan dan kemudian dipantulkan kembali pada indera jiwa kita. Dengan begitu mimpi ini, adalah mimpi penayangan ulang atas hal-hal yang telah kita lakukan dalam dunia nyata. Kemudian, adapula kategori mimpi penyingkapan, kasyaf kalo dosenku bilang. Dari mimpi ini kita diberi pesan oleh dzat yang Maha tahu akan segala sesuatu atau juga oleh dzat yang sedemikian membenci manusia, mengingat bahwa penyingkapan inipun dikategorikan lagi menjadi dua.
Lepas dari itu, bermimpi adalah puncak dari segala kegilaan yang diawali dengan ketidaksadaran jasmani diri kita dalam kondisi terlelap. Perlahan kita memasuki sebuah ruang simulasi bila mimpi itu adalah representasi peristiwa yang telah terjadi, ilusi bila mimpi itu presentasi sebuah peristiwa yang tak dikenal yang dapat sampai pada titik delusi saat dunia mimpi ini begitu nyata dan terbawa sampai ke alam nyata ketika diri tersadar dari bangun. Kita seakan menjadi penderita skizofrenia yang tak lagi dapat membedakan mana yang asli dari dunia sekitar kita. Bedanya, skizofrenia memperlihatkan bayangan melalui dunia luaran kita, sedangkan delusi dari dalam, mimpi, yang kembali dirasakan dan direpresentasikan di dunia luar.
Aku suka tidur, di kala suasana kelas seperti disebutkan di atas. Mencari kegilaan. Mencari diriku pada dunia yang benar-benar untuk diriku. Selamat bermimpi dan carilah puncak kegilaan itu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s