Sejarah Yang Tak Pernah Objektif; Nihilitas Yang Selalu Menyertai

Nama Mary atau Maryam dalam bahasa Aramaiknya adalah legenda yang dikenal hampir-hampir di seluruh bumi, sejak awal kemunculan Kristen hingga sekarang. Mengingat, nama ini disebutkan dalam kitab suci dua agama besar di dunia-Kristen dan Islam. Dalam Injil setidaknya nama ini muncul dalam Matius dan Lukas. Disebutkan bahwa Maria atau Maryam adalah seorang perawan yang ditunangkan pada seorang yang berhati lurus, Yusuf. Dalam masa pertunangan itu Maryam hamil tanpa berhubungan dengan lelaki manapun. Sebuah proses kejadian yang diyakini sebagai sebuah mukjizat (miracle) yang diperlihatkan Tuhan, menitipkan anaknya pada rahim seorang perawan. Maryam dan Yusuf hidup pada masa kekaisaran Romawai di bawah kuasa Raja Herodes. Seorang raja lalim yang melakukan segala cara demi mencapai tujuan, termasuk ketika membunuh setiap bayi laki-laki di bawah dua tahun setelah mendengar pernyataan orang Majush yang mengatakan bahwa akan datang seorang juru selamat dari Bethlehem. Dalam al-Qur’an pun Mary atau Maryam juga disebutkan secara jelas. Bahkan secara khusus al-Qur’an mencantumkan nama tersebut sebagai salah satu surat di dalamnya.
Mary atau Maryam, tepatnya sejarah kebenaran legenda Mary film The Virgin Mary yang berdurasi 90 menitan ini bercerita. Sebuah film yang lebih tepat disebut sebagai film rekonstruksi daripada film documenter. Film ini, dengan berbagai pendekatan beberapa fakultas keilmuan yang diperlihatkan, nampak begitu serius membedah tokoh wanita paling dikenal di dunia ini. Dari arkeologi, soiologi, geografi, sampai visual efek (sains) yang “membedah” sosok Maryam melalui sampel tengkorak wanita yang hidup sezaman dengannya. Mencoba melihat Maryam seobjektif mungkin dengan segala kemungkinan yang menyertainya. Objektifitas yang hendak dicapai meski demikian pada akhirnyapun tidak sampai pada level kebenaran absolute berdasarkan pembuktian yang ada. Semakin menelusuri kisah dan sejarahnya, semakin muncul banyak kemungkinan. Beberapa komentar di dalam film inipun menyatakan bahwa andai saja tidak dilandasi keyakinan, sosok Maryam tidak akan dipercayai keberadaanya.
Begitu susah dan rumitnya membaca kebenaran sejarah dan bahkan kemungkinan besar peristiwa dalam sejarah memang ditakdirkan tidak dapat dilihat secara objektif seperti adanya. Sebuah kesimpulan awal, untuk mengkaji ulang objektifitas penuturan dan penulisan sejarah. Dan  pangkal persoalanya dapat dilihat sampai pada bahasa yang menuturkan dan menuliskan sejarah. Sejarah, juga fakultas keilmuan lain, tidak mungkin menunjukkan dirinya pada luaran tanpa ada bahasa yang menyampaikan. Bahasa sendiri membawa sebuah nihilisme dalam dirinya ketika itu keluar dari individu-individu dalam konteks sejarah meski dalam satu periode waktu yang sama. Apalagi dengan rentang waktu yang begitu lama, seperti halnya tentang Maryam dalam film ini, lidah-lidah orang dan hasil-hasil kreasi tangan orang masa lampau apa benar-benar dapat dipercaya secara objektif.
Agaknya akan nampak begitu naïf bila, kita dengan lantang menyatakan bahwa objektifitas itu akan didapat. Mungkin bisa saja para penutur dan penulis sejarah adalah orang-orang yang dapat dipercayai kejujurannya. Sayangnya, factor dominan dalam objektifitas sejarah tidak hanya terletak pada hal itu, ada berbagai factor itu yang saya yakin menyebabkan sejarah tidak seobjektif mungkin. Bisa saja misalnya karena kurangnya eksplorasi data sehingga data sejarah yang diperolehpun tidak sebagaimana adanya. Dan ini belum bicara soal sejarah secara total.
Dengan begitu, sejarah mungkin memiliki kebenaran, hanya saja nihilisme padanya akan terus menyertainya. Suatu peristiwa yang diceritakan sejarah bukanlah realitas mutlak yang dapat dipercaya kebenarannya secara utuh. Sejarah tetap sejarah. Cerita masa lalu, dengan nihilitas yang terus ada di dalamnya.

One thought on “Sejarah Yang Tak Pernah Objektif; Nihilitas Yang Selalu Menyertai

  1. waduh, kalau begitu kasian sekali yang namanya “sejarah” itu yah…

    kalau ada,

    “sejarah”,,,,(apalagi novel sejarah),

    pasti,

    “nihilitas inside!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s