Pada Perjamuan Terakhir Ini

pada perjamuan sederhana ini, saat musim semi belum juga menampakkan diri

biarlah cawan-cawan ini melupakan sejenak aliran anggur yang menghangatkan itu

biarkanlah pula cawan-cawan itu merasakan sesuatu yang lain yang sama menghangatinya dalam bentuk yang lain.

pahit yang tak sepahit anggur, getirnya yang tak segetir anggur

tak pula memabukkan

pernah kudengar ia sumber dari segala kehidupan

ribuan tahun lampau dari tanah para pahlawan dan dewa-dewi bersemayam cerita itu kudengar

Biarlah minuman ini menyegarkan tubuh yang meminumnya, meski tak jua sekaligus menghilangkan haus pabila si peminum dahaga

tak seperti dalam cerita-cerita fiksi atau dongeng-dongeng yang pernah aku dengar tentang cawan-cawan itu

aku tak ingin mabuk karena tetes-tetes anggur yang memanaskan tenggorokanku itu

pada perjamuan terakhir ini

[setelahjum’atagung]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s